MKGR: Elite Jangan Genit Ingin Jadi Menteri

Suara.com

Siswanto, Dian Kusumo Hapsari :

Ketua Umum DPP Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong-Royong Roem Kono angkat bicara terkait isu reshuffle yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo.

Ia akan mendukung apapun keputusan Presiden jika tujuannya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

"Kalau soal reshuffle itu kan hak preogatif presiden. Kami mendukung sepenuhnya yang dilakukan Presiden. Pasti kan Presiden selalu melakukan evaluasi kepada pembantu-pembantunya, kalau memang sudah tidak sesuai visi-misi ya wajib di-reshuffle," kata Roem di Taman Makam Pahlwan Kalibata, Jakarta Selatan, Minggu (10/1/2016).

Ia tidak akan ikut mendesak Presiden untuk segera melakukan reshuffle kabinet, pasalnya apa yang dilakukan Presiden, dia yakini sudah dipertimbangkan dengan matang.

"Pokoknya kita dukung, kami sebagai ormas MKGR tidak perlu mendorong-dorong untuk mengganti penbantunya. Kami serahkan semua ke presiden," katanya.

Ia juga berharap agar para elite-elite politik jangan terlalu bernafsu ingin jadi menteri.

"Saya minta elite-elite politik jangan pada genit-genit agar dirinya bisa menjadi menteri. Justru kita semua harus membantu para menteri agar bisa bekerja dengan baik," katanya.

Hari ini MKGR memperingati hari jadi yang ke 56 tahun.

Dalam rangka memperingati hari jadi, ormas tersebut menyelenggarakan ziarah ke Makam Pahlawan Kalibata.

"Ini sebagai tanda ucapan terima kasih kepada para pendiri Ormas ini terdahulu yakni Pahlawan Nasional  Mayor Jenderal Raden Haji Soegandhi Kartosubroto. Semoga ke depan Ormas ini menjadi lebih baik lagi dan terus memperjuangkan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Roem.

Mereka berziarah ke sejumlah makam seperti makam H. Abdul Haris Nasution, H. Umar Wirahadikusumah, Johana Sunarti Nasution, HR. Sudharmono, Ratu Emma Norma Sudharmono, Hasri Ainun Habibbie dan Mayor Jenderal Raden Haji Soegandhi Kartosubroto